Princess Wakila and
Priscila
Bismillahirrohmanirrahim
Suatu
hari , pada awal musim semi, lahirlah seorang bayi berkulit putih di istana
Maghribi. Raja Fardenshah memberinya nama Princess Wakila. Nama Wakila diambil
dari kata wakiil, yang berarti
memelihara.
One
early spring day, a fair-skinned baby was born in the Palace of Maghribi. King
Fardenshah named her Princess Wakila. The name wakila was taken from the word wakiil,which means the maintainer.
Princess
Wakila senang memlihara tanaman. Suatu hari, Raja Fardenshah memberinya hadiah
seekor kucing. Princess Wakila pun memberinya nama Priscila.
Princess
Wakila liked growing plants. One day, King Fardenshah gave her a cat as a gift.
Princess Wakila named the cat Priscila.
Priscila
tumbuh bersama Princess Wakila. Hingga tiga tahun kemudian, Priscila mati
karena sakit. Tidak ada tabib yang bisa menyembuhkannya. Princess Wakila sangat
sedih. “Priscila sudah kuanggap seperti keluargaku sendiri,” kata Princess
Wakila
Priscila
and Princess Wakila grew up together. Until three years later, Priscila died
because of an illness. No physician could heal her. Princess Wakila was very
sad. “Priscila was like my own family,” said Princess Wakila.
Seluruh
anggota keluarga berusaha menghibur Princess Wakila. Raja Fardenshah, bahkan
menawarinya seekor kucing baru. Tapi, Princess Wakila menolaknya.”Aku tidak mau
kucing yang baru karena akan membuatku teringat pada Priscila,” ucap Princess
Wakila.
All
royal members tried to cheer Princess Wakila up. King Fardenshah even offered
her a new cat. But she refused it. “I don’t want another cat because it will
remind me of Priscila,” said Princess Wakila.
Princess
Wakila menghibur diri dengan rajin merawat tanaman di taman istana. Sampai
suatu sore, dia menemukan seekor anak burung yang sayapnya terluka.”Tenanglah,
aku akan menolongmu,” kata Princess Wakila. Dia pun segera membawa burung itu
ke tabib istana.
Princess
Wakila comforted herself by caring for the plants in the palace garden. Until
one evening, she found a little bird with injured wings. “Stay calm, I will
help you,” said Princess Wakila. She immediately took the bird to the palace
physician.
Tabib
istana mengobati luka burung kecil itu. “Luka sayapnya cukup parah. Asalkan
diberi makan dan diobati, insya allah ia akan sembuh!” kata tabib istana.
The
palace physician treated the little bird’s wounds.”The wounds in the wings are
quiet severe. As long as she is well fed and taken care of, insya Allah she
will recover!” said the palace physician.
Princess
Wakila memutuskan untuk merawat burung kecil itu. Dia memberinya nama Priscila.
Sejak saat itu, Princess Wakila kembali ceria. Keluarga kerajaan senang dengan
kehadiran Priscila Si burung kecil.
Princess
Wakila decided to take care of the little bird. She named her Priscila. Since
then Princess Wakila became cheerful again. The royal family was pleased by
presence of Priscila the Little bird.
Seminggu
telah berlalu. Priscila pun sehat seperti semula. Princess Wakila meminta izin
kepada ayahnya untuk memliharaa Priscila.”Anakku, biarkan burung itu memilih
sendiri tempat tinggalnya,” ucap raja Fardenshah.
A
week passed by. Priscila was as healthy as before. Princess Wakila asked her
father for permission to take Priscila as her pet bird. “ My daughter, let the
bird choose where to live,” said King Fardenshah.
Princess
Wakila membawa Priscila ke taman istana. Dia membiarkan Priscila mengepakkan
syapnya. BRRR….!Priscila pun terbang ke pohon besar, lalu menghilang.
Princess
Wakila brought Priscila to the palace garden. She left Priscila flap her wings.
BRR…..!Priscila flew into a large tree and disappeared.
“Ternyata,
Priscila lebih suka berada di alam terbuka. Tapi, tidak apa-apa jika itu
pilihannya,” kata Princess Wakila menahan sedih. Anggota kerajaan merasa kagum
dengan ketulusan Princess Wakila.
“Apparently,Priscila
prefers to be out in the wild. But that’s all right if that is her choice,”
said Princess Wakila, holding back her sadness. The royal members admired
Princess Wakila’s sincerity.
Tiba-tiba,
BRR….! Priscila kembali ke istana! Di paruhnya, ada bunga kecil yang baru
dipetik. Ia meletakkan bunga itu di telapak tangan Princess Wakila. Lalu, ia
bertengger di pundaknya. Sejak saat itu, Priscila mengikuti ke mana pun Sang
putri pergi. “Alhamdulillah, semoga aku bisa merawatmu sellau dengan baik , “
ucap Princess Wakila.
Suddenly,
BRRR…! Priscila came back to the palace! She brought a fresh flower in her
beak. She put the flower in the palm of Princess Wakila’s hand and perched on
her shoilder. Since then, Priscila followed wherever the beautiful princess
went. “Alhamdullilah, hopefully I can take care of you well,” said Princess
Wakila.
Alhamdulillahirobbila’lamin.
The End
Tidak ada komentar:
Posting Komentar