Sabtu, 10 Agustus 2013

Princess Wakila and Priscila


Bismillahirrohmanirrahim

Suatu hari , pada awal musim semi, lahirlah seorang bayi berkulit putih di istana Maghribi. Raja Fardenshah memberinya nama Princess Wakila. Nama Wakila diambil dari kata wakiil, yang berarti memelihara.
One early spring day, a fair-skinned baby was born in the Palace of Maghribi. King Fardenshah named her Princess Wakila. The name wakila was taken from the word wakiil,which means the maintainer.

Princess Wakila senang memlihara tanaman. Suatu hari, Raja Fardenshah memberinya hadiah seekor kucing. Princess Wakila pun memberinya nama Priscila.
Princess Wakila liked growing plants. One day, King Fardenshah gave her a cat as a gift. Princess Wakila named the cat Priscila.

Priscila tumbuh bersama Princess Wakila. Hingga tiga tahun kemudian, Priscila mati karena sakit. Tidak ada tabib yang bisa menyembuhkannya. Princess Wakila sangat sedih. “Priscila sudah kuanggap seperti keluargaku sendiri,” kata Princess Wakila
Priscila and Princess Wakila grew up together. Until three years later, Priscila died because of an illness. No physician could heal her. Princess Wakila was very sad. “Priscila was like my own family,” said Princess Wakila.

Seluruh anggota keluarga berusaha menghibur Princess Wakila. Raja Fardenshah, bahkan menawarinya seekor kucing baru. Tapi, Princess Wakila menolaknya.”Aku tidak mau kucing yang baru karena akan membuatku teringat pada Priscila,” ucap Princess Wakila.
All royal members tried to cheer Princess Wakila up. King Fardenshah even offered her a new cat. But she refused it. “I don’t want another cat because it will remind me of Priscila,” said Princess Wakila.

Princess Wakila menghibur diri dengan rajin merawat tanaman di taman istana. Sampai suatu sore, dia menemukan seekor anak burung yang sayapnya terluka.”Tenanglah, aku akan menolongmu,” kata Princess Wakila. Dia pun segera membawa burung itu ke tabib istana.
Princess Wakila comforted herself by caring for the plants in the palace garden. Until one evening, she found a little bird with injured wings. “Stay calm, I will help you,” said Princess Wakila. She immediately took the bird to the palace physician.

Tabib istana mengobati luka burung kecil itu. “Luka sayapnya cukup parah. Asalkan diberi makan dan diobati, insya allah ia akan sembuh!” kata tabib istana.
The palace physician treated the little bird’s wounds.”The wounds in the wings are quiet severe. As long as she is well fed and taken care of, insya Allah she will recover!” said the palace physician.

Princess Wakila memutuskan untuk merawat burung kecil itu. Dia memberinya nama Priscila. Sejak saat itu, Princess Wakila kembali ceria. Keluarga kerajaan senang dengan kehadiran Priscila Si burung kecil.
Princess Wakila decided to take care of the little bird. She named her Priscila. Since then Princess Wakila became cheerful again. The royal family was pleased by presence of Priscila the Little bird.

Seminggu telah berlalu. Priscila pun sehat seperti semula. Princess Wakila meminta izin kepada ayahnya untuk memliharaa Priscila.”Anakku, biarkan burung itu memilih sendiri tempat tinggalnya,” ucap raja Fardenshah.
A week passed by. Priscila was as healthy as before. Princess Wakila asked her father for permission to take Priscila as her pet bird. “ My daughter, let the bird choose where to live,” said King Fardenshah.

Princess Wakila membawa Priscila ke taman istana. Dia membiarkan Priscila mengepakkan syapnya. BRRR….!Priscila pun terbang ke pohon besar, lalu menghilang.
Princess Wakila brought Priscila to the palace garden. She left Priscila flap her wings. BRR…..!Priscila flew into a large tree and disappeared.

“Ternyata, Priscila lebih suka berada di alam terbuka. Tapi, tidak apa-apa jika itu pilihannya,” kata Princess Wakila menahan sedih. Anggota kerajaan merasa kagum dengan ketulusan Princess Wakila.
“Apparently,Priscila prefers to be out in the wild. But that’s all right if that is her choice,” said Princess Wakila, holding back her sadness. The royal members admired Princess Wakila’s sincerity.

Tiba-tiba, BRR….! Priscila kembali ke istana! Di paruhnya, ada bunga kecil yang baru dipetik. Ia meletakkan bunga itu di telapak tangan Princess Wakila. Lalu, ia bertengger di pundaknya. Sejak saat itu, Priscila mengikuti ke mana pun Sang putri pergi. “Alhamdulillah, semoga aku bisa merawatmu sellau dengan baik , “ ucap Princess Wakila.
Suddenly, BRRR…! Priscila came back to the palace! She brought a fresh flower in her beak. She put the flower in the palm of Princess Wakila’s hand and perched on her shoilder. Since then, Priscila followed wherever the beautiful princess went. “Alhamdullilah, hopefully I can take care of you well,” said Princess Wakila.
Alhamdulillahirobbila’lamin.


The End

Tidak ada komentar:

Posting Komentar