Minggu, 01 November 2015

Cinta Jadi Luka

“Maaf Ta, aku nggak bisa lanjutkan hubungan kita,” jelas Agung pada Lita kekasihnya
“Kenapa?” Lita tak terima
“Rasanya berat aku lakukan ini, tapi gimana lagi? Kalo ada pertemuan pasti ada perpisahan,”
“Maksud kamu apa sih? Aku salah apa? Bilang Agung! Biar aku bisa perbaiki kesalahanku,”
“Kamu nggak salah..”
“Lalu? Kenapa kamu mau mutusin aku?”
“Mungkin orang tuaku nggak akan setuju jika aku pacaran sekarang,”
“Apa karena kamu belum cukup umur? Kita sudah dewasa Agung.. 20 tahun adalah umur yang cukup untuk mulai mengenal cinta,”
“Tapi tidak untuk orang tuaku Lita…”
“Oke.. jadi ini wujud dari janjimu yang akan menerima aku apa adanya? Ini balasan dari cinta yang selama ini aku beri buat kamu? Ternyata sakit ya? Ok, jika ini maumu.. tanpa sebab yang jelas kamu mutusin aku, ok.. aku bisa terima, tapi tolong setelah ini kamu pulang, masuk kamar dan inget saat kamu nembak aku, berapa kali kamu nyatain cinta sama aku, apa pengorbananmu demi dapetin aku? Inget itu Agung putra setyadi…” jawab Lita panjang lebar dengan derasnnya aliran air mata di pipi, menahan sakit hati yang begitu dalam dari orang yang disayangnya.
“Maafin aku Lita,” jawab Agung singkat, lalu pergi dari rumah Lita.
“Aku masih sayang kamu, tapi kamu melukai aku Agung..” gumam Lita dalam hati setelah Agung pergi dari rumahnya

Beberapa bulan Lita masih tidak merelakan Agung pergi dari hatinya. Tak biasa Lita hidup jauh dari Agung. Sakit hati akibat goresan cinta dari Agung masih menganga lebar dan belum terbalut. Betapa menyesal Lita menerima cinta Agung waktu itu. Sampai-sampai Lita tak lagi konsentrasi pada kariernya sebagai penulis sekaligus sutradara. Seakan pikirannya tumpul dan tak ada yang dapat mengasahnya. Dua bulan lebih Lita tidak menggunakan kemampuannya untuk menghasilkan karya yang dapat di angkat sebagai film.

Tapi nasib masih berpihak pada Lita, walaupun kemampuan menulisnya tidak dipakai berbulan-bulan Lita masih diberi kesempatan oleh produsernya untuk kembali menyutradarai satu film romantis. Hatinya sangat senang dan pikirannya mulai lupa dengan Agung, cowok yang dibenci namun masih diharapkannya itu. Itulah karya pertama dari Lita setelah putus dengan Agung. Sekaligus karya yang membawa Lita sebagai penulis internasional. Karena film berjudul ‘LOVE BE SCAR’ yang disutradarai olehnya itu bukan hanya laris di kalangan masyarakat Indonesia, namun juga laris sampai ke luar negeri.

Saat Lita mulai dapat membalut luka yang membekas di hatinya, Agung kembali mendekati Lita, entah apa maksunya. Mungkin Agung hanya tak mau hubungan cinta yang dulu pernah ada berubah menjadi perseteruan, dan dia bermaksud untuk tetap berteman dengan Lita. Namun rupanya Lita mengharap hal yang lebih. Sampai tiba perasaan Lita memuncak. Benci yang selama ini menyelimuti hidupnya kembali menjadi benih cinta. Lita lupa betapa sakitnya dilukai oleh Agung saat itu. Namun Lita sama sekali tidak berani mengungkapkan rasa di hatinya yang semakin hari semakin kuat berdegub di hatinya. Mengingat dia adalah seorang cewek yang harus selalu menunggu. Dia hanya dapat mengungkapkan perasaannya lewat belakang. Tiap pagi Lita membangunkan Agung dengan mengirim ucapan selamat pagi di nomor handpone Agung. Tidak jarang Lita aktif update status tentang Agung di facebooknya. Tak terlambat juga dia like status Agung. “Sebentar lagi aku balikan dengannya, pokoknya kalau dia jadi milikku lagi tak akan pernah aku melepasnya lagi,” ucap Lita sambil memandangi foto Agung yang dipasang sebagai wallpaper handponenya.

Suatu pagi, saat mentari mulai mengintip dunia di ufuk timur, butiran embun menetes membasahi tanah, Lita menyelesaikan doa fajar bersama keluarganya dan beranjak dari ruang doa menuju laptopnya. Segera dia membuka facebook sekaligus melihat pemberitahuan di beranda facebooknya. Tiba-tiba dia tertunduk lemas, matanya terpejam, tak kuasa lagi membendung air mata setelah melihat satu pemberitahuan. “Agung putra setyadi berpacaran dengan Reska verliana, benarkah ini?” Tanya Lita pada dirinya sendiri. Inilah kedua kalinya Lita terluka karena cinta.

“Ternyata aku telah jatuh pada lubang yang sama… mengapa cinta itu berekayasa? Awalnya bahagia, namun akhirnya jadi luka… Tuhan… jika sekali saat Engkau pertemukan aku dengan orang yang telah memberi tulang rusuknya untukku, jangan beri aku kesempatan untuk aku berpacaran, biarlah aku meloncati masa itu, agar aku tidak terluka lagi… Berkati hubungan Agung dengan Reska, biarlah mereka tetap berkenan di hadapan-Mu… Mampukan aku untuk menerima semua kenyataan ini, aku tau Tuhan, rencana-Mu indah pada waktunya… Amin,” begitulah Lita berdoa sebelum menghapus semua status tentang Agung, membatalkan semua like yang diberinya di status Agung, menghapus nomor dan pesan dari Agung, mengasingkan nama Agung dari memori otaknya, mengusir Agung dari bunga tidurnya, memendam cinta yang pernah ada dan melupakan semua kenangan tentang Agung. (MK)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar