Minggu, 01 November 2015

Kisahku Sendu

Berawal dari kisah kami yang terukir dalam kertas putih. Saat itu aku dan Andre adalah teman satu kelas yang tak tau karakter masing-masing. Kita bagaikan anak-anak yang tak tau apa-apa. Entah apa yang aku rasakan ketika kami kelas 7 SMP, adalah rasa hanya mengenal dan tak lebih.

Aku sama sekali tak tau yang namanya cinta. Walau pun aku tau, Andre cinta banget sama Evha. Tak ku pungkiri Evha memang perfect dia cantik, manis, baik dan lebih segala-galanya ketimbang aku. Hingga kami kelas 8 SMP, andre tetap ngejar-ngejar Evha dan tetep di tolak juga. Berbeda dengan kisahku, aku Lebih suka memendam rasa cintaku. Itu berawal ketika aku kelas 9 SMP. Aku sebenarnya cinta sama Andre, tapi sikapnya yang buatku agak risih, saat bertemu dia.
Gak kenapa-napa sih! Tapi dia suka ganti-ganti pacar.

Tiba-tiba saat kelas 1 SMA, dia nembak aku tepatnya hari Sabtu, 6 Juli 2013. Entah dia ingat atau tidak, tapi aku tetep nerima dia meski ku tau akhir ceritanya pasti kami akan putus. Tapi aku gak peduli karena aku cinta sama dia.
karena aku ingin merasakan indahnya punya pacar, indahya jatuh cinta, indahnya dicintai orang yang kita sayang. Tapi berbeda dengan pikiranku itu, ternyata rasanya gak seindah yang aku bayangkan. Ternyata biasa saja, rasanya seperti kita punya teman, gak ada istimewanya, gak ada kejutan, dan gak ada kasih sayang yang berarti.

Aku tau, aku berharap dengan orang yang salah… Mungkin aku salah mencintainya, mungkin aku salah terlalu berharap darinya… Tapi, aku tak pernah salah ketika aku bilang “aku sayang dia”… Mungkin di hatinya hanya Evha, bukan aku.. tapi aku mencoba untuk menunggu.. menunggu sesuatu yang mustahil.. dimana aku mengharapkan orang yang mencintai cewek lain. Sedangkan aku dan dia sudah terikat status “Pacaran”.

Ya, mungkin “saat dia tak punya waktu untukku aku akan mengerti.. saat dia banyak urusan pun aku akan mengerti.. saat dia belum bisa lepas darinya aku akan mengerti.. TETAPI… Saat aku berhenti mencintainya, itulah gilirannya untuk bisa mengerti..

Mungkin aku salah terlalu mencintai orang yang tak mencintaiku.. tapi, demi cinta apapun kulakukan meski teriris hati ini.. Mungkin dia sadar atau tak sadar, saat dia berkata kalau dia mencintai cewek lain.. rasanya sesak hati ini, perih, ingin marah… tapi aku hanya bisa sabar… dia tak tau…
Sabar itu kesel”
Sabar itu pegel..
Sabar itu capek…
Sabar itu emosi…
dan karena sabar juga aku pengen nangis, menangisi kesedihan yang tak berujung…

Aku ingin cintaku berakhir dengan bahagia.. Walau pun nantinya pasti berpisah tapi aku ingin terpisah bukan karena orang ke 3.. Atau pun karena kita berbeda, Tetapi karena waktu… Dimana aku tak lagi bisa bernafas dan berdiri untuknya…

Walau pun kita beda keyakinan, tapi cinta tak pernah salah memilih.. Sekarang aku telah sadar bahwa selama ini orang yang aku sayangi, belum tentu dia juga menyayangiku.. seperti aku menyayangi dirinya..

TUHAN…
Aku tak butuh orang sempurna untuk bisa bersamaku…
Aku hanya butuh orang yang ikhlas melengkapi kekuranganku..
Membuat aku merasa “ada” dan selalu tersenyum dan berkata..
“AKU BERUNTUNG MEMILIKINYA” Aku belajar untuk sabar dan memaafkan, aku belajar untuk mengerti meski tersakiti..
Ada aku atau tidak ada aku semua sama..
Aku mengalah hanya ingin menjaga agar hubungan kita tetap baik-baik saja…
Tanpa kamu sadari, itulah bentuk kedewasaanku..
Saat aku tau ada orang lain di hatimu..
Saat itulah aku berhenti berharap…
Saat kamu menyadari tidak ada orang yang meyayangimu seperti aku..
Aku telah pergi jauh aku bertahan saat ini karena aku “sayang”.

Kau tau, sebenarnya bukan cinta ini yang memudar, tapi kau yang membuatku terbiasa tanpa perhatianmu..
Kau yang membuat aku, terbiasa tanpa dirimu…
Kau yang membuat aku, terbiasa tanpa panggilan sayangmu..
Kau yag membuat aku, seakan aku tak membutuhkanmu..
Dan kau yang membuat aku, seperti tak berarti di matamu…

Aku sadar, kau dan aku berbeda…
Kita tak sama…
Kita juga tak serupa. Tapi kuharap cintalah yag akan menyatukan kita. Cinta tak mengenal maaf karena saat kita jatuh cinta semua yang dilakukan adalah tulus…

Satu kalimat terakhir untuk orang yang paling aku sayang..
“maafkan aku karena terlalu mencintaimu”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar